welcome

coret-coret

Tempat Wisata Menarik Di Bali - Pantai Dreamland di Uluwatu

Mau tau pantai terindah di Bali selain pantai Kuta? Jawabannya tentu saja pantai Dreamland di kawasan Pecatu (uluwatu).

Pantai ini begitu indah dan tidak sepadat pantai Kuta pengunjungnya. Tentu dengan situasi ini anda akan lebih nyaman dan bisa menikmati suasana pantai yang terkenal sebagai tempat surfing ini.

Dengan perjalanan kurang lebih 30 menit dari Kuta menuju arah Jimbaran kemudian Pecatu, anda akan sampai di sini.

Kawasan pantai dreamland saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan wisata Bali Pecatu Resorts lengkap dengan lapangan golf 18 hole, international schools, rumah sakit internasional, shopping mall dan sarana wisata lainnya.

Tentu tidak lama lagi kawasan ini akan menjadi kawasan wisata yang exclusive dan dimanage dengan lebih baik.

Curug Cileat PDF Print E-mail
ImageDaya tarik utama di lokasi curug Cileat adalah sebuah air terjun dengan ketinggian 100 meter. Tumpahan airnya membentuk sebuah kubangan atau kolam yang sangat besar dengan radius hampir 40 meter. Wisatawan dapat bermain air dan berendam didalamnya. Butiran-butiran air yang sangat halus bertebaran terbawa aingin dan bisa membasahi pengunjung pada jarak 50 m. Pada senja hari menciptakan bentangan pelangi yang sangat indah.
Di Kampung Cibago Desa Mayang terdapat potensi Cultural Tourism dimana kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional Sunda masih sangat kental, diantaranya:
  • kesenian Sunda yang masih asli: Kecapi suling dan beluk (beluk adalah sejenis kesenian yang dilakukan oleh 2 orang pria, dimana yang satu membaca “wawacan”/hikayat buhun, baris demi baris dan yang satunya mengikutinya dengan cara dinyanyikan
  • “Ngawuluku” yaitu membajak sawah dengan menggunakan kerbau sambil menyanyi tradisional (kia…………kia …………..mideur). Pengunjung bisa langsung menikmati menaiki wuluku yaitu alat untuk membajak sawah yang ditarik oleh kerbau berkeliling dalam kotakan sawah.
  • “Ngahuma” menanam padi di lahan kering yang merupakan tradisi asli masyarakat Sunda (dalam sejarahnya masyarakat Sunda tidak mengenal budaya sawah)
  • “Ngaderes gula kawung” atau menderes pohon aren untuk diambil niranya dan dibuat gula kawung. Atraksi yang bisa dinikmati berupa penderesan pohon aren (memanjat, membacakan jampi-jampi dan mengambil nira/lahang) dan memasak air lahang menjadi gula aren untuk langsung dinikmati dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Situ Mustika PDF Print E-mail
ImageWana wisata ini terdiri dari hutan tanaman campuran (Jati, mohoni, pinus). Sumber air yang ada berupa mata air yang saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung dan masyarakat skitar. Poptensi visual lansekap dialam kawasan yang menarik adalah danau, hutan tanaman campuran dan pulau ditengah danau.

Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah piknik, mendaki gunung, berperahu/bersampan dan memancing.
Lokasi di areal Situ Mustika bernama blok Cicapar, pada suatu ketika sekitar tahuin 1960 kota Banjar dan sekitarnya mengalami musim kemarau yang panjang sehingga persediaan akan air bersih hampir tidak ada, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun untuk kebutuhan khusus di Rumah Sakit Umum Banjar.

ImageImageImage

Selanjutnya para pemimpin daerah kota Banjar dan unsur Jawatan Kehutanan mengadakan rembugan untuk mencarikan mata air dan ditemukan sebuah ide untuk membuat bendungan atau dam yang mata airnya mengambil dari petak Cicapar sehingga membentuk sebuah Situ.

Setelah terbentuk sebuah Situ airnya disalurkan kekota Banjar sehingga kebutuhan air bersih untuk kebutuhan masyarakat dan RSU Banjar dapat teratasi dan masyarakat pun merasa sejahtera dan mulia. Karena air dari Situ tersebut membawa sejahtera dan mulia terhadap masyarakat maka sejak itu orang menamakan “Situ Mustika”.

Sebelum tahun 1965, situ Mustika dalam kekuasaan BTI/PKI. Mereka menguasai kompleks kehutanan ini semata-mata karena mendapat dukungan dari SB Kehutanan/SOBSI pada masanya. Tatkala G-30-S PKI meletus kedudukan oktum BTO/PKI menjadi terdesak. Pada tahun 1966, kompleks Situ Mustika ini dikuasai pihak berwajib dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Kehutanan Ciamis.
Mulai tahun 1985 ini pihak Perum Perhutani sudah menetapkan Situ Mustika sebagai obyek wana wisata.

Fasilitas yang tersedia didalam wana wisata ini adalah papan petunjuk, pos jaga, loket karcis, tempat parkir, jalan setapak, instalasi air bersih, MCK, bangku dan mushola. Disamping itu terdapat juga perahu dayung, tetapi kondisinya sudah rusak atau bocor.

Wana wisata ini dapat dicapai dari Kecamatan Cisaga (3 km), dan dari Kabupaten Banjar (1 km), dan Ciamis (27 km). Kondisi dijalan umumnya beraspal dan baik, sehingga dapat dalalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada adalah colt dan bus.

Karang Nini PDF Print E-mail
ImageWana wisata ini terletak pada ketinggian antara 0 – 25 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang. Kawasan ini mempunyai curah hujan 3.585 mm/tahun dengan suhu udara 22 – 35 0 C.

Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah piknik, panorama laut lepas dan pulau Nusa Kambangan, lintas alam dan memancing.

Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah piknik, panorama laut lepas dan pulau Nusa Kambangan, lintas alam dan memancing.

ImageImage

ImageImage

Sejarah Kawasan
Konon pada zaman dahulu kala di sebuah kampung sekarang bernama Emplak tinggalah sepasang kakek nenek (aki dan nini) sakti yang bernama Ambu Kolot dan Arga Piara.

Kegemaran si Aki adalah memancing ikan laut seperti biasanya pada suatu hari si Aki pergi memancing cementara si Nini menunggu di rumah. Hari sudah merembang petang si Aki belum juga pulang. Hal itu membuat si Nenek m,enjadi gusar (gelisah) khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menimpa diri si Aki. Ditelusurinya sepanjang pantai serta memanggil-manggil diantara suara deburan ombak. Namun malang sampai hari berganti malam si Aki tetap tidak berhasil dijumpai. Para penduduk yang membantu mencari sudah putus asa dan pulang ke rumahnya masing-masing. Tinggalah si Nini sendiri di tepi pantai.

Dengan kesaktian yang dimiliki, si Nini memohon kepada Sang Ratu Laut Kidul agar bisa dipertemukan dengan si Aki bagaimana keadaanya. Tidak berupa lama kemudian menjelmalah di hadapan si Nini sebuah batu karang dalam keadaan mengmbang, sebagai perwujudan dari jasad si Aki. Saat ini batu karang tersebut dinamakan Baleambang. Konon kabarnya kalau kita berdiri diatas batu karang tersebut terasa seolah-olah bergoyang.

Didorong oleh keinginan untuk membuktikan cinta kasih dan kesetiaannya kemudian si Nini bersemedi kembali memohopn kepada Nyi Loro Kidul agar dirinya dijelmakan seperti si Aki. Si Nini pun akhirnya menjelma menjadi batu karang menghadap laut kearah Balekambang.

Kisah kkedua insan itu samapi kini masih kokoh terabadikan melalui dua batu karang yaitu Karangnini dan Balekambang.


Fasilitas
Fasilitas yang tersedia di lokasi wana wisata ini adalah papan petunjuk, pos jaga, pondok kerja, loket karcis, tempat parkir, jalan setapak, instalasi air, tempat sampah, shelter, pagar pengaman, MCK, bangku, mushola, menara pengintai, pesanggrahan, pusat informasi dan beberapa warung/kantin.

Aksebilitas
Wana wisata ini dapat dicapai dari kecamatan Kalipucang (14 km), dan dari Kabupaten Ciamis (114 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik sehingga dapat dilalui baik kendaraanroda dua maupun empat. Sarana transportasi umum yang ada motor ojek, colt dan kendaraan carteran.


Citumang PDF Print E-mail
ImageWana wisata ini berupa hutan lindung yang memunyai sumber air yang ada berupa mata air dan sungai yang saat ini dimanfaatkan untuk wisata dan mengairi lahan pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat di sekitarnya. Potensi visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dengan pemandangan alam berupa : panorama hutan dan batuan karst, sedangkan gejala alam/potensi visual lansekap di dalam kawasan yang mempunyai karakteristik khas adalah air terjun sungai dan panorama alam.

Wana Wisata ini digunakan untuk wisata harian. Kegiatan wisata harian yang dapat dilakukan adalah mandi di sungai/berenang, berperahu dayung, lintas alam dan berkemah.

ImageImage


Nama Citumang lahir dikarenakan stelah aliran hulu sungai keluar dari gua kemudian jatuh membentuk curug, akan tetapi dibalik Curug tersebut terdapat sebuah gua lain yang cukup panjang persis dibawah permukaan sungai yang berada di atasnya. Sedangkan airnya sama bersumber dari gua yang berada di hulu. Sehingga numpang (berada diatasnya), yang berasal dari kata Cai=Air dan Tumpang (numpang) = diatasnya, akan tetapi masyarakat lebih enak menggunakan kata Citumang daripada Citumpang.

Jenis fasilitas yang tersedia adalah : MCK dan tempat ganti pakaian.

Wana wisata ini dapat dicapai dari Kabupaten Ciamis (35 km) dan Bandung (118 km). Kondisi jalan pada umumnya beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat. Sarana Transportasi umum yang ada hanya ojek. Masih ada jalan setapak yang harus dilalui untuk mencapai WW Citumang melewati pedesaan


Talaga Remis PDF Print E-mail
ImageWana wisata initerdiri dari 7,5 ha hutan tanaman (pinus dan sonokeling), sumber air yang berupa mata air yang saat ini dimanfaatkan dengan cara membuat instalasi aliran air untuk keperluan air bersih dan MCK. Potensi visual lansekap/gejala alam didalam kawasan yang mempunyai karakteristik khas adalah danau/telaga. Sumber air panas dan hutan tanaman.


Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah piknik, bersampan, memancing, mandi air panas dan berziarah kemakam keramat.

ImageImageImage

Legenda yang berkembang di masyarakat Jawa Barat, berdasrkan cerita dari orang tua mereka, yang dikisahkan secara turun menurun, bahwa Telaga Remis berasal dari cucuran air mata Pangeran Salingsingan yang menangis tak henti-hentinya, ketika menerima nasihat (petuah) dari Pangeran Sutajaya, yang satu-satunya kepercayaan Sultan Cirebon.

Kedua pangeran ini menangis, karena mereka merasa berdosa yang telah mengkhianati negaranya, karena keduanya saling bermusuhan, terjadilah perang dan berperang terus habis-habisan. Baru berhenti setelah dilerai dan dinasihati oleh Pangeran Sutajaya. Kini makam Pangeran Selingsingan ada ditepian Danau Telaga Remis yang boleh dilihat langsung oleh para pengunjung.

Fasilitas

Jenis fasilitas yang telah tersedia adalah : loket karcis, pos jaga, pondok kerja, papan petunjuk, instalasi air bersih, shelter, tempat sampah, bangku, MCK dan musholla. Kondisi fasilitas tersebut umumnya baik, kecuali beberapa shelter yang terkena coretan (vandalism)

Aksebilitas

Wana wisata ini dapat dicapai dari Kecamatan Mandi Racan (25 km), Palimanan (12 km) dan dari Kabupaten Kuningan (40 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Sarana transportasi umum yang ada pada umumnya adalah colt.


Cibobos PDF Print E-mail
ImageWana wisata seluas 3 ha berdasarkan wilayah pengelolaan hutan termasuk RPH cibobos, BKPH Bayah KPH Banten, sedangkan menurut administrasi pemerintahan termasuk Desa, Cibobos Kecamatan: Panyaungan, Kabupaten Lebak.
Wana wisata ini terletak pada ketinggian 0 – 3 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya landai sampai berbukit. Kawasan ini mempunyai curah hujan 3.140 mm/tahun dengan suhu udara 20 – 30 0 C.

Wana wisata ini mempunyai luas 3 ha hutan tanaman (jati, mahoni dan lain-lain), potensi visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dengan pemandangan alam berupa: pantai dan laut lepas.

Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian. Kegiatan harian yangn dapat dilakukan adalah piknik.

Jenis fasilitas wisata yang tersedia di kawasan ini adalah loket karcis, shelter, MCK dan tempat sampah.

Wana wisata ini dapat dicapai dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak tempuh dari Serang 80 km, Rangkas bitung 80 km. Kondisi jalan beraspal.

Cibarehbeuy PDF Print E-mail
ImageCurug Cibareuhbeuy secara administratif pemerintahan termasuk Desa Cibeusi Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang Propinsi Jawa Barat. Secara wilayah pengelolaan hutan, Curug Cibareubeuy termasuk pada petak 4 RPH Gn.Karamat BKPH Cisalak KPH Bandung Utara Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten. Berdasarkan iklim Schmidt dan Ferguson, Curug Cibareubeuy dan sekitarnya termasuk tipe Iklim Basah dengan curah hujan rata-rata 2.000 mm/th, suhu udara rata-rata 260 C dengan kelembaban rata-rata 60%. Curah hujan terbanyak antara bulan Oktober – Maret dan bulan kering pada bulan Juli – September. Keadaan topografi sebagian besar curam dan terjal dengan elevasi 1.500 m dpl.
Wana wisata ini memiliki kekayaan sumberdaya hayati berupa flora dan fauna serta keindahan panorama alamnya yaitu hutan sekunder yang didominasi oleh tegakan Pinus (Pinus merkusii).

Sesuai dengan namanya Curug yang dalam bahasa Sunda berarti Air terjun, daya tarik utama di lokasi wisata Curug Cibareubeuy ini adalah sebuah air terjun dengan ketinggian 40 meter. Wisatawan dapat bermain air dan berendam di kolam kecil yang menampung cucuran air curug.
Daya tarik lainnya yang terdapat di sekitar Curug Cibareubeuy meliputi Situs Purbakala
yang berjumlah 4 (empat) buah, areal Bumi Perkemahan dan Hutan Pinus. Selain daya tarik tersebut diatas, di sekitar lokasi wisata banyak terdapat pengrajin Gula Aren yang dapat dinikmati langsung di tempat.

Aksebilitas
Untuk mencapai lokasi Curug Cibareubeuy dapat ditempuh melalui satu gerbang:
- Jalur masuk melalui Desa Cibeusi
- Jarak dari jalan utama 5 km
- Jarak dari loket masuk/gerbang 2 km
- Askes jalan 3 km jalan aspal dan 2 km jalan setapak

Disamping aksesibilitas tersebut di atas, lokasi Curug Cibareubeuy berdekatan dengan lokasi wisata lainnya, yaitu Pemandian Air Panas Ciater sehingga sangat potensial dapat menarik wisatawan.

LHI Jayagiri PDF Print E-mail
ImageWana wisata ini dan sekitarnya terletak pada ketinggian 1.250 – 1.500 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang. Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.700 mm/th dengan suhu udara antara 18 – 29 0 C.


Wana wisata ini terdiri dari hutan tanaman campuran (pinus, puspa dan sebagainya). Sumber air yang ada berupa mata air yang saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung.
Potensi visual lansekap di dalam kawasan yang cukup menarik adalah hutan tanaman dan hutan alam dengan udara pegunungan.

ImageImage

Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan yang dapat dilakukan adalah piknik, lintas alam, mendaki gunung dan memancing.

Fasilitas wisata yang tersedia di lokasi wana wisata ini adalah pintu gerbang, tempat parkir, papan informasi/petunjuk, pos jaga, jalan setapak, shelter, peralatan SAR dan tempat sampah. Kondisi fasilitas tersebut pada umumnya masih dalam keadaan baik.

Wana wisata ini dapat dicapai dari Kecamatan Lembang (2 km), Cimahi (17 km), dan dari Kabupaten/Kodya Bandung (17 km), Subang (52 km) dan Jakarta (200 km). Kondisi jalan umumnya baik dan beraspal sehingga dapat dilalui kendaraan roda 2 maupun 4. sarana transportasinya umum yang ada berupa delman/sado dan colt.

Oray Tapa PDF Print E-mail
ImageWana wisata ini terdiri dari hutan tanaman campuran (pinus, cemara dll). Sumber air yang ada berupa mata air yang ada saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung dan masyarakat setempat.
Potensi visual lansekap di dalam kawasan yang menarik antara lain adalah hutan alam, hutan tanaman campuran, pemandangan kota Bandung dan udara dataran tinggi yang sejuk.
Kegiatan wisata di WW Oray Tapa adalah berkemah dan pemandian alam di mata air.
Sejak pertengahan September 1997, hutan pinus di petak hutan 41 terdapat sumber air yang justru muncul pada saat musim kering. Sumber mata air ini menjadi terkenal setelah seorang penderita lumpuh dari Antapani Bandung datang dan mandi di lokasi tersebut. Sebelumnya ia mengaku mendapat mimpi yang menurut keyakinannya merupakan ‘wangsit’ (petunuk dari Yang Maha Kuasa) agar ia mandi di sebuah pancuran yang baru timbul di hutan bertumbuhan pinus itu. Kebetulan penderitanya selama 6 tahun itu selesai begitu usai mandi di pancuran tersebut. Kemudian disusul oleh 4 orang lainnya yang menderita berbagai penyakit termasuk seorang dari Majalaya yang sudah lama berpenyakit menggigil dan kaki tangannya kaku. Selesai mandi di sana lelaki asal Majalaya ini langsung berangsur sembuh dan pulang dalam keadaan bugar kembali.

Dua sumber air yang keluar dari tebing itu kini diatur dan ditertibkan dengan mengalirkannya pada 9 pancuran dan untuk sementara disekat-sekat.

Wana wisata in dapat dicapai dari Kecamatan Cicadas (11 km), Ujung Berung (13 km), Cicalengka (25 km) dan dari Kabupaten/Kodya Bandung (17 km), dari Garut (53 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan sedikit jalan batu, tetapi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Sarana transportasi umum yang ada berupa ojek dan colt.